Google+ Bahan kimia tambahan pada makanan dan efeknya

Bahan kimia tambahan pada makanan dan efeknya

Sunday, March 17th 2013. | Artikel Tentang Kesehatan
Share Button

Bahan kimia tambahan pada makanan yang anda makan bisa meningkatkan nilai nutrisi serta mengawetkan makanan. Bahan kimia tambahan termasuk pewarna, perasa dan pengawet membuat makanan lebih menarik untuk dimakan. Beberapa bahan kimia tambahan telah diketahui memberi efek yang negatif bagi kesehatan.

Aspartame

Aspartame digunakan sebagai pemanis rendah kalori pada permen karet, minuman, puding dan yogurt. Pada beberapa orang yang alergi pada aspartame, hal ini dapat menyebabkan sakit kepala bahkan pada beberapa kasus sakit kepala berat.

Saccharin

Saccharin adalah pemanis yang umum digunakan pada minuman berkarbonasi / bersoda seperti pada minuman kaleng. Dilaboratorium, saccaharin diketahui sebagai penyebab kanker.

MSG

Monosodium Glutamate, or MSG, digunakan sebagai penguat rasa. Dan dapat ditemukan pada hampir semua makanan, dari makanan kaleng bahkan snack dan potato chips. Gejala dari MSG adalah lemas, muka memerah serta jantung berdebar-debar menurut Dr. Andrew Weil, pendiri dari Arizona Center for Integrative Medicine.

BHA dan BHT

Butylated hydroxyanisole, atau  BHA, digunakan sebagai pengawet dari makanan (untuk mencegah tengik).  Sedangkan Butylated hydroxytoluene, atau BHT digunakan untuk mencegah perubahan pada rasa, bau dan warna dari makanan.  BHA dan BHT bisa menyebabkan tumor pada hewan.BHA dan BHT ditemukan dalam jumlah besar pada makanan dengan kadar lemak tinggi, seperi pada mentega. Juga ditemukan pada snack, roti, bir, sereal, daging olah dan kentang kering.

Sulfida
Bisulfat Kalium, metabisulfit kalium, natrium sulfit dan sulfur dioksida adalah jenis sulfida yang digunakan untuk mencegah perubahan warna pada buah dan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri dalam anggur. . FDA USA tidak memperbolehkan  penggunaan sulfida pada buah mentah atau sayuran. Beberapa orang menderita reaksi alergi terhadap sulfida. Orang yang menderita asma juga dapat memiliki reaksi karena sulfur dioksida di dalamnya. Sulfur dioksida mengganggu paru-paru dan dapat menyebabkan bronkospasme berat, atau penyempitan paru-paru, menurut University of Maryland Medical Center. Gejala ini juga mungkin termasuk batuk, dan sesak napas, menurut European Food Information Council.

 

tags: , , , , ,