Google+ Cara Mencegah Leukimia-Penanganan dan Pengobatan Medis

Cara Mencegah Leukimia

Friday, September 6th 2013. | Artikel Tentang Kesehatan
Share Button

Leukimia merupakan penyakit yang mengubah kawan di tubuh Anda menjadi lawan yang mematikan.

leukimia

Berrbicara tentang leukemia berarti berbicara tentang kanker. Leukemia memang kerap disebut kanker sel darah putih. Tandanya, Lonjakan jumlah sel darah putih (leukosit) yang tidak normal dalam darah Anda.

Dalam darah Anda terdapat tiga macam sel yang memiliki fungsinya masing-masing :

  • Sel darah merah bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh,
  • Sel trombosit membantu pembekuan darah jika terjadi luka, dan
  • Sel darah putih yang menjadi `pasukan’ Anda saat melawan virus dan bakteri penyebab infeksi.

Normalnya, tiap-tiap sel darah memiliki masa hidupnya masing-masing, di mana sel-sel yang tua dan rusak akan mati dan segera digantikan oleh sel-sel baru. Khusus untuk sel darah, produksinya terjadi di sumsum tulang. Tak kurang dari milyaran sel darah baru – kebanyakan adalah sel darah merah -diproduksi setiap harinya.

Pada penderita leukemia, terjadi abnormalitas produksi. Tubuh mereka memproduksi sel-sel darah putih jauh lebih cepat dan lebih banyak daripada seharusnya. Masalah timbul ketika sel-sel tersebut bertahan lebih lama dari masa hidupnya dan mulai menginvasi sel-sel darah yang lain.
Sel-sel rusak tersebut tumbuh dengan cepat dan sayangnya tidak mudah mati seperti seharusnya. Jumlahnya yang terus bertambah akhirnya menjadi beban bagi organ tubuh Anda. Puncaknya, ketika kinerja  sumsum  tulang dalam memproduksi sel-sel darah yang lain terganggu. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen akibat jumlah sel darah merah yang berkurang drastis.Belum lagi  luka yang sulit menutup karena jumlah trombosit yang terkikis.

Walaupun berjumlah sangat banyak, kinerja sel-sel abnormal ini justru tidak bisa diandalkan sama sekali. Sistem kekebalan tubuh akan menurun secara signifikan, menjadikan pasien-pasien leukemia tidak berdaya melawan serangan infeksi – termasuk yang paling ringan sekalipun.

Dan, karena mengalir bersama darah, sel kanker bisa menyebar ke semua organ tubuh, termasuk otak, tulang, hati, dan limfa, yang kemudian menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Makanya, penderita leukemia juga ada yang mengeluhkan gejala demam, kulit pucat, memar-memar, sakit kepala berkepanjangan, berkeringat di malam hari, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga berat badan yang menyusut tajam. Bahkan, pasien juga berisiko mengalami memar hingga perdarahan yang tak kunjung berhenti.

Secara umum, leukemia dapat dibagi dua, berdasarkan berdasarkan lama penyebarannya, yaitu:

  • Leukimia akut (Acute Leukimia)
  • Leukimia Kronis (Chronic Leukimia)

Pada leukemia akut, sel-sel abnormal muncul secara mendadak dan merusak fungsi jaringan tubuh yang lain dalam waktu singkat. Yang meresahkan, sel-sel leukemia tersebut dengan cepat menekan produksi sel darah merah, membuat pasien mengalami anemia parah.

Sementara pada leukemia kronis, proses pembelahan sel-sel abnormal berjalan lebih pelan. Sel darah merah dan trombosit tetap diproduksi, walaupun jumlahnya masih di bawah normal. Sedemikian pelannya, pada kebanyakan kasus, gejala leukemia kronis justru baru muncul setelah bertahun-tahun. Namun, walaupun terlihat normal, pada kenyataannya jumlah sel darah putih akan terus meningkat. Akibatnya tetap bisa fatal jika tidak segera ditangani.

Leukemia juga bisa diklasifikasikan lagi menjadi empat tipe besar, tergantung dari area tempat munculnya kanker – di daerah lymphocytic atau myelogeneous.

• Acute Lymphocytic Leukemia (ALL)
• Acute Myelogenous Leukemia (AML)
• Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL)
• Chronic Myelogenous Leukemia (CML)

Pada pria dewasa, Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) dan Acute Myelogenous Leukemia (AML) merupakan yang paling sering ditemui. Leukemia menyerang semua kelompok usia, dari anak kecil hingga orang lanjut usia. Kabar buruknya, leukemia lebih banyak menyerang para pria ketimbang lawan jenisnya. Para ahli memperkirakan, kaum adam menyumbang 57% dari total kasus baru leukemia di tahun 2013.

 

BERTAHAN DARI GEMPURAN LEUKOSIT

Jika Anda mulai merasakan gejala-gejala leukemia seperti di atas, segera temui dokter. Ceritakan sedetil mungkin tentang kondisi serta riwayat kesehatanAnda. Sebagai langkah awal sebelum menentukan diagnosa, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik – mengecek ada tidaknya pembengkakan di kelenjar getah bening atau limfa.

Dokter yang mencurigai adanya kemungkinan leukemia lalu akan melakukan tes darah lengkap (complete blood count) untuk mengungkap jumlah sel darah putih Anda. Jika hasilnya positif leukemia, maka langkah selanjutnya adalah melakukan biopsi atau pengambilan jaringan tubuh di bagian sumsum tulang, tepatnya di area panggul belakang.Tindakan tersebut untuk memastikan tipe leukemia yang Anda miliki.

Penanganan leukemia sendiri berbeda beda, tergantung faktor umur, kondisi kesehatan secara umum, dan jenis leukemia yang Anda miliki. Namun, secara garis besar, ada empat metode penanganan leukemia yang umum dilakukan :

1. Kemoterapi

Metode ini menggunakan bahan-bahan kimia untuk menyingkirkan sel-sel kanker. Kemoterapi merupakan metode yang paling sering diaplikasikan untuk penanganan semua jenis leukemia. Efek samping terapi ini meliputi rasa mual yang luar biasa hingga rambut rontok. Metode kemoterapi pada umumnya digunakan pada pasien dengan leukemia akut.Karena terapi ini ampuh untuk mengatasi sel yang membelah dengan cepat yang menjadi karakteristik leukemia akut.

2. Radiasi

Tujuannya serupa dengan kemoterapi, namun terapi radiasi menggunakan X-ray berintensitas tinggi. Selain itu, terapi ini juga bertujuan untuk menyusutkan kembali kelenjar getah bening serta limpa yang membengkak.

3. Transplantasi Steam Cell

Terapi ini diterapkan untuk membangun kembali suplai sel darah normal Anda, sekaligus mendongkrak kekebalan tubuh. Sebelum metode ini diaplikasikan, pasien biasanya menjalani serangkaian sesi kemoterapi atau radiasi. Tujuannya? Untuk menghancurkan sel abnormal yang ada di sumsum tulang dan memberikan tempat bagi sel darah baru.

4. Terapi Biologi

Metode ini menggunakan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan pertahanan alami tubuh Anda terhadap serangan kanker.Pasien leukemia akut memerlukan metode penanganan yang cepat untuk segera menghentikan pertumbuhan sel leukemianya. Sebaliknya, leukemia kronis memang lebih sulit disembuhkan, namun perawatan yang tepat bisa membantu mengontrol penyakit tersebut. Pada beberapa kasus, pasien leukemia kronis bahkan tidak perlu ditangani sebelum gejalanya muncul.

Sebenarnya, para peneliti berhasil menekan angka kematian akibat leukemia secara signifikan. Bahkan, sejumlah peneliti di Amerika Serikat mulai mengembangkan metode pengobatan terbaru: Rekayasa sel T atau sel pertahanan tubuh. Melalui metode ini, sel T yang telah dimodifikasi diharapkan dapat mengenali sel-sel abnormal yang menjadi cikal bakal penyebab kanker. Hasil pengujian telah menuju ke arah yang cukup menjanjikan, walaupun tentunya masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

 

PENCEGAHAN – MENCEGAH LEBIH BAIK DARI MENGOBATI – CARA MENCEGAH LEUKIMIA

Sayangnya belum ada satupun ahli didunia yang mengetahui dengan pasti penyebab utama penyakit ini. Akibatnya cara pencegahannya pun masih menjadi tanda tanya besar.

Untungnya, beragam penelitian di seluruh dunia mulai berhasil mengungkapkan hal-hal yang dicurigai bisa memicu penyakit ini.

  • Kelainan kromosom seperti yang dialami pasien down syndrome seringkali diasosiasikan dengan leukemia, walaupun tidak secara langsung menyebabkannya.
  • Kebiasaan buruk merokok juga bisa meningkatkan risiko Anda terserang leukemia.Dalam satu penelitian terungkap bahwa perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit mematikan ini. Kandungan zat benzene yang biasanya ditemukan pada batang maupun asap rokok telah menunjukkan kaitan yang erat dengan leukemia tipe AML. Alasan yang sangat baik untuk berhenti merokok sekarang, bukan?
  • Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa kemoterapi atau radiasi sinar X yang digunakan untuk pengobatan kanker jenis lain, justru bisa memicu munculnya leukemia.
  • Dan faktor risiko lainnya adalah paparan berbagai zat kimia yang seringkali digunakan di rumah maupun lingkungan kerja dalam waktu lama.
  • Ada keluarga atau kerabat Anda yang terserang leukemia? Jika ya, maka sebaiknya Anda lebih waspada. Faktanya, faktor genetis juga memegang peranan penting pada kasus leukemia.

Mengetahui hal-hal pemicu leukemia tentunya akan membuat Anda lebih waspada. Pengetahuan tersebut akan memberikanAnda persiapan ekstra untuk menghindari hal-hal yang bisa memicu aksi terjadinya leukimia.

Hidup sehat dengan pola makan yang sehat, menghindari konsumsi kalori yang berlebihan, cukup nutrisi, olahraga, berat badan terkontrol, tekanan darah normal serta gula darah normal adalah kunci untuk menjauhi penyakit-penyakit yang berbahaya.

tags: , , , , ,