Google+ Toxoplasma-Cacat pada Bayi-Penularan-Pencegahan dan Pengobatan

Toxoplasma-Cacat pada Bayi-Penularan-Pencegahan dan Pengobatan

Share Button

Untuk mempelai yang akan melangsungkan pernikahan sebaikya dilakukan  Premarital (Check Up Kesehatan Pranikah). Hal ini sangat perlu karena dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah berarti anda dan pasangan dapat melakukan tindakan preventif/pencegahan terhadap masalah kesehatan terkait kesuburan dan penyakit yang diturunkan secara genetik.

Salah satu yang harus di Cek adalah Toxoplasma. Toxoplasma pada wanita sehat (tidak hamil) tidak masalah, karena antibodi dari tubuh akan melindungi. Yang menjadi masalah adalah jika infeksi toxoplasma terjadi pada wanita hamil.Infeksi toxoplasma berakibat mengerikan dari cacat pada bayi sampai kematian.

Apa itu Toxoplasma, Bagaimana penularannya, Pencegahan dan Pengobatannya – Silahkan dibaca penjelasan dibawah ini.

Toxoplasma Gondii

Toxoplasma gondii merupakan Parasit protozoa obligat intraseluler, jadi hanya bisa hidup di dalam sel.Toxoplasma gondii bisa menginfeksi semua sel yang memiliki inti sel. Sel yang paling sering diserang Toxoplasma gondii adalah Sel saraf dan sel Retikulo endothelial (Sel pada kelenjar Limfa).

Infeksi Toxoplasma gondii di sel saraf Otak pada Janin dalam kandungan bisa merusak Otak janin dan menyebabkan kelainan mental serta gangguan karena kerusakan otak lainnya.

Pada manusia Dewasa sehat, Toxoplasma gondii yang masuk ke tubuh kita akan dibasmi oleh daya tahan tubuh Kita. Namun, Infeksi Toxoplasma gondii di sel saraf Otak pada mereka dengan penurunan daya tahan tubuh seperti pada penderita HIV/AIDS, bisa menyebabkan Radang Otak hebat yang sangat mematikan.

Toxoplasma gondii bisa menyerang manusia dan semua hewan berdarah panas terutama burung, ayam dan sejenisnya serta Hewan berkaki empat seperti sapi, kambing, kerbau, domba dll..

Namun, Satu-satunya hewan yang bisa menularkan Toxoplasma gondii adalah Kucing.Usus Kucing merupakan tempat berkembang biak dan menghasilkan telur (Oocyst) untuk Toxoplasma gondii.

Bila kucing memakan Toxoplasma gondii, baik dalam bentuk Telur (oocyst) maupun bentuk lain (umumnyanya akibat kucing makan daging Tikus atau burung yang mengandung TOXO), Toxoplasma gondii di dalam usus kucing akan berkembang biak dan menghasilkan telur TOXO, Telur TOXO yang dihasilkan ini akan ikut keluar bersama kotoran kucing.

Telur Toxoplasma gondii (Oocyst) di kotoran Kucing yang ada di tanah inilah yang bisa menularkan Toxo ke Manusia dan hewan lainnya.

Toxoplasmosis atau Infeksi Toxoplasma Gondii yang menyerang Ibu hamil  atau Ibu yang dalam waktu 6 bulan kedepan akan hamil, bisa menyebabkan berbagai kecacatan pada janin dalam kandungan..

Cacat yang banyak terjadi akibat Infeksi Toxoplasma Gondii antara lain Kerusakan Otak, Ketulian dan kebutaan..

Kerusakan Otak yang terjadi bisa membuat janin ketika sudah lahir menderita kelainan mental, epilepsi, kaku badan, dan MicroCephaly akibat Cerebral Palsy (otak tidak berkembang)..

Selain Gejala Infeksi Toxo diatas, bisa juga terjadi gejala penyakit Kuning abnormal pada Bayi baru lahir (abnormal fetal Jaundice), bercak merah di kulit bayi maupun pembesaran kelenjar Limfa..

Berbagai Komplikasi Infeksi TOXO atau Toxoplasma Gondii selama dan 6 bulan sebelum Kehamilan ini, bisa merusak masa depan bayi dan anak nantinya

 

Bagaimana Penularan Toxoplasma  dan Pencegahannya?

anjing bisa membawa toxoplasma

kucing satu-satunya hewan sumber penularan langsung Toxoplasma

Banyak yang men-judge bahwa wanita pecinta hewan, anjing dan kucing, pasti terserang toxoplasma. Sehingga disarankan tidak memelihara hewan ini selama masa mau hamil atau sedang dalam masa kehamilan.

Anggapan ini tidak ada salahnya, tapi juga tidak benar. Seperti sudah dijelaskan diatas, penularan toxoplasma melalui kotoran kucing ditanah yang mengandung telur Toxoplasma gondii. Debu dari tanah yang terbawa angin bisa menempel pada apa saja. Baik itu makanan, alat dapur atau pun bahan makanan mentah lainnya.

  • Makanan pinggir jalan juga tidak luput dari penularan toxoplasma. Makanan disini tidak harus selalu di pinggir jalan. Di resto pun bila kebersihan tidak menjadi perhatian pengelola, maka terpapar virus toxo juga bisa terjadi. Usahakan untuk makan di tempat makan yang jelas kebersihannya serta open kitchen. Karena pada beberapa tempat makan dapur yang ada dibelakang kotor sekali, sedangkan kita tahunya makanan sudah tersaji dengan baik.

kaki lima bisa sebagai sumber penularan toxoplasma

  • Pada saat ibu ke pasar, memegang daging, barang belanjaan, dan ketika dirumah lupa tidak mencuci tangan, kemudian makan bisa juga tertular toxoplasma. Biasakan cuci kaki dan tangan sebelum memasuki rumah.

biasakan cuci tangan dan kaki sebelum masuk rumah

  • Pemberian makan untuk hewan, seyogyanya tidak makanan mentah. Jangan memberi makanan mentah baik itu daging atau lainnya, karena kemungkinan besar terpapar virus toxo besar sekali. Untuk pecinta anjing / kucing, selama tidak makan tikus/burung (yang sudah terpapar virus toxo), maka hewan kesayangan anda tidak akan terkena virus toxo.Jadi kebersihan hewan peliharaan harus sangat diperhatikan. Terutama bila anda pecinta anjing /kucing dan anda sedang dalam posisi program kehamilan atau bahkan sedang mengandung. Usahakan hewan tidak keluar ke pekarangan yang terdapat tanah. Atau bila terlalu ribet, hewan kesayangan sementara waktu bisa dititipkan ke saudara atau teman.
  • Bila sangat sayang dengan hewan peliharaan, kebersihan dari hewan peliharaan adalah keharusan. Sebaiknya hewan juga diperiksakan toxo untuk mengetahui apakah hewan terkena toxo atau tidak.  Pemeriksaan toxo pada hewan tidak bisa sekali. Hari ini bisa bebas dari toxo, tapi tidak menjamin bahwa hewan besok tidak terkena toxo bukan. Jadi selama kehamilan,  pecinta anjing / kucing memang seyogya nya juga memeriksakan toxo hewan kesayangannya beberapa kali.
  • Meskipun rumah dan pekarangan kita bersih faktor luar sangat besar peranannya. Mulai dari memegang uang, berkebun, dan apapun itu yang berhubungan dengan kebersihan adalah sangat rentan untuk penularan toxoplasma ini.
  • Minum susu sapi segar yang tidak dipasteurisasi atau makan steak ½ matang. Memang enak, tapi bila anda sedang mengandung, sebisa mungkin TIDAK ENGKONSUMSI makanan apapaun yang mentah atau ½ matang. Termasuk sayur / lalapan, steak ½ matang dll.
  • Hindari  menyentuh  mata  dan  mulut  pada  saat  mengolah  daging  mentah  dan  setelah  itu  maka wajib  melakukan  cuci  tangan  dengan  sabun.
  • Hindari  menyentuh  mata  dan  mulut  pada  saat  mengolah  daging  mentah  dan  setelah  itu  maka wajib  melakukan  cuci  tangan  dengan  sabun.
  • Hindari  kontak  dengan  kotoran  kucing  atau  kontaminasinya (misalnya  memakai  sarung  tangan  saat  berkebun )
  • Sayuran  harus  dicuci  dan  dimasak
cuci dan masak sayuran

cuci dan masak sayuran

 

Kok Ribet sekali ya, kan tidak mungkin kita bisa bersih terus ?

Benar, kebersihan dan alert ini hanya untuk wanita  yang akan hamil / program kehamilan / dalam masa kehamilan. Pada wanita yang tidak mengalami kehamilan tidak terlalu masalah. Yang ditakutkan adalah tentang pertumbuhan janin nantinya.Karena efek dari toxoplasma begitu mengerikan.

Apakah pria bisa terserang toxoplasma?

Tentu saja bisa. Tapi karena pria tidak hamil, maka tidak masalah. Virus toxo akan dikalahkan oleh kekebalan dari tubuh dari penderita.

Sekali lagi, yang jadi masalah adalah bila yang terinfeksi adalah WANITA HAMIL.

 

Gejala Terkena Toxoplasma

Penyakit TOXOplasmosis yang disebabkan oleh Parasit Protozoa bernama Toxoplasma gondii bisa menjadi PENYEBAB JANIN CACAT dan janin tidak berkembang. Pada penderita HIV/AIDS, Infeksi Toxoplasma bisa menyebabkan infeksi Otak yang sering berakibat pada kematian. Oleh sebab itu, Pengenalan gejala Infeksi Toxoplasma sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi Infeksi Toxoplasma.

Pada Orang yang sehat, umumnya tidak ada gejala apapun yang dirasakan akibat Infeksi TOXOplasma. Kalaupun bergejala umumnya ringan..

Hal ini terjadi karena pada orang sehat, infeksi Toxoplasma bisa diatasi oleh pertahanan Tubuh kita sehingga tidak menyebabkan Komplikasi berat..

Gejala akibat Toxoplasmosis pada orang sehat, antara lain demam, sakit kepala, pembesaran kelenjar limfa (Getah bening), lemah, lesu, nyeri tenggorokan, nyeri dan pegal di seluruh badan..

Bila hanya bergejala ringan pada orang sehat, lain halnya yang terjadi pada penderita HIV/AIDS dan janin dalam kandungan..

Infeksi Toxoplasma pada Penderita HIV/AIDS bisa mengakibatkan infeksi otak dengan gejala sakit kepala, kejang, koma, bahkan kematian. Toxoplasma  pada penderita HIV/AIDS juga bisa menyebabkan infeksi Paru atau pneumonia parah bertumpangan bersama dengan penyakit TBC atau Pneumocystic Pneumonia. Akibat Infeksi Toxoplasma di otak dan paru ini, sering berakibat pada kematian.

  • Bila Toxoplasma Gondii menginfeksi Ibu Hamil atau ibu yang dalam 6 bulan kedepan akan hamil, TOXO bisa menular pada janin dalam kandungan..
  • Toxo yang menginfeksi BUMIL dalam masa 6 bulan sebelum hamil hingga 4 bulan pertama kehamilan umumnya mengakibatkan komplikasi yang berat seperti keguguran maupun kematian janin dalam kandungan. Bila janin selamat hingga lahir, umumnya menderita infeksi mata berat setelah lahir, penyakit kuning abnormal, pembesaran Liver dan limpa, serta epilepsi.
  • Bila Toxoplasma Gondii menginfeksi Ibu hamil setelah bulan ke 4 kehamilan, bisa terjadi kelainan mental, kebutaan, dan ketulian.

Kemungkinan janin ikut terinfeksi Toxoplasma makin meningkat sejalan dengan makin meningkatnya umur kehamilan.

Semakin muda janin dalam kandungan terkena Infeksi TOXOplasma, semakin parah komplikasi Toxoplasmosis yang timbul.

Bila janin yang dikandungnya bisa mengalami Infeksi TOXOplasma yang berat, Ibu hamil sendiri seringkali tidak mengalami gejala apa-apa. Bila BUMIL tidak pernah periksa TOXOplasma selama kehamilan, umumnya Ibu hamil baru tahu bahwa dia pernah terinfeksi TOXOplasma setelah terjadi komplikasi pada kehamilan maupun janinnya.

 

Semua komplikasi diatas terjadi bila penanganan dan pengobatan dari dokter telah terlambat. Jadi sebaiknya sebelum menikah diperikasan Toxo, setelah kehamilan di bulan pertama juga diperiksakan toxo. Tentu saja harus dengan persetujuan dari dokter spesialis kandungan anda. Dan bila ternyata anda positif toxo, untuk pengobatan, dokter spesialis kandungan anda tentu akan memberikan solusi yang terbaik.

 

Pemeriksaan Toxoplasma

Penyakit TOXOplasmosis yang disebabkan oleh Parasit Protozoa bernama Toxoplasma gondii bisa menjadi PENYEBAB JANIN CACAT dan janin tidak berkembang. Oleh karena komplikasi Toxoplasmosis bagi janin begitu mengerikan, Pemeriksaan TOXO sebelum dan selama hamil sangat dianjurkan untuk dilakukan mereka yang berencana atau sedang hamil. Apalagi pada ibu hamil, infeksi TOXO tidak mempunyai gejala khusus bahkan sering tidak bergejala..

Pemeriksaan TOXO atau Toxoplasma Gondii sebaiknya dilakukan sebelum hamil. hal ini dikarenakan :

  • TOXO bisa menginfeksi janin bila Ibu terkena TOXO dalam waktu sekitar 6 bulan terakhir sebelum hamil.
  • Pemeriksaan TOXO selama kehamilan sebaiknya dilakukan terutama pada 4 bulan pertama masa kehamilan. Masa 4 bulan pertama kehamilan merupakan periode pembentukan bagian tubuh janin. Bila janin terkena infeksi TOXO pada masa 4 bulan pertama kehamilan ini, kemungkinan terjadinya cacat berat pada janin tinggi..

Pemeriksaan TOXO yang umum dilakukan untuk mengetahui adanya respon pertahanan tubuh terhadap TOXO adalah Ig G & Ig M Toxoplasma. Darah BUMIL yang diambil dan diperiksa bisa menunjukkan apakah ada Toxoplasma Gondii atau tidak.

IgG – Infeksi Toxo telah terjadi pada masa lampau

IgM – Infeksi Toxo sedang terjadi saat ini

Ig G dan Ig M adalah antibodi atau zat yang dikelurkan tubuh untuk menyerang kuman penyakit yang masuk ke tubuh. Jadi kadarnya hanya positif setelah ada serangan kuman tertentu.

  • Bila hasil Pemeriksaan menunjukkan Ig G TOXO (+), sedangkan Ig M TOXO (-) menunjukkan infeksi TOXO yang sudah lama yakni lebih dari 12 bulan dan Toxoplasma Gondii tidak lagi aktif sehingga tidak perlu dilakukan pengobatan.
  • Bila Ig G TOXO (-) sedangkan Ig M TOXO (+), pemeriksaan ini harus diulang beberapa hari sampai beberapa minggu setelah pemeriksaan pertama, bila ternyata hasilnya sama atau Ig G (-) & Ig M (-), hal ini menunjukkan positif palsu. Bila ternyata pada pemeriksaan kedua hasilnya Ig G (+) sedangkan Ig M (+), ini menunjukkan seseorang sedang terinfeksi TOXO
  • Bila hasil pemeriksaan menunjukkan Ig G TOXO (+), sedangkan Ig M TOXO (+) menunjukkan infeksi TOXO yang berlangsung kurang dari 12 bulan terakhir. Hasil seperti Ini harus dilakukan pemeriksaan Ig G TOXO Avidity. IgG Avidity diperlukan untuk mengetahui kapan infeksi toxo terjadi. Jadi anda jangan panik dulu bila Ig G TOXO (+), dan Ig M TOXO (+). Untuk mengetahui Keakuratan Posif Toxo harus di Cek dulu IgG Avidity.
  • Bila hasil pemeriksaan menunjukkan Ig G TOXO (+), sedangkan Ig M TOXO (+) dan Ig G Avidity kadarnya tinggi (diatas 0,3) , hal ini menunjukkan infeksi TOXO berlangsung kurang dari 12 bulan terakhir , namun Toxoplasma Gondii sudah tidak lagi aktif sehingga tidak memerlukan pengobatan. Jadi IgM (+) menunjukkan sisa-sisa dari toxoplasma Gondii.
  • Bila hasil pemeriksaan menunjukkan Ig G TOXO (+), sedangkan Ig M TOXO (+) dan Ig G Avidity kadarnya rendah, hal ini menunjukkan infeksi TOXO yang masih aktif dan perlu pengobatan bila berencana mau hamil atau sedang hamil.

Bila memungkinkan, sebaiknya sebelum diberikan pengobatan, dilakukan pemeriksaan Toxoplasma ulangan atau pemeriksaan jenis lainnya untuk memastikan hasil pemeriksaan Laboratorium.

Bila seorang Ibu hamil terinfeksi Toxoplasma Gondii yang masih Aktif dan dicurigai janin dalam kandungan ikut terinfeksi, bisa dilakukan pemeriksaan cairan amnion atau ketuban.

Pada Orang sehat yang tidak hamil, hasil apapun dari pemeriksaan ini tidak memerlukan pengobatan karena pada orang sehat infeksi TOXO bisa diredam oleh pertahanan tubuh sehingga tidak akan berakibat buruk dan tidak timbul komplikasi Toxoplasmosis.

Bila seseorang menderita penurunan daya tahan tubuh seperti pada HIV AIDS, Hasil pemeriksaan Ig G & Ig M seringkali menipu karena sering negatif walau sedang terinfeksi Toxoplasma Gondii aktif, sehingga pengobatan perlu dilakukan berdasarkan klinis. Bila infeksi TOXOplasma pada penderita HIV AIDS tidak diobati, sering terjadi Infeksi TOXOplasma Parah yang sangat mematikan.

Walaupun sudah ada sarana pemeriksaan dini infeksi Toxoplasma, pencegahan penularan Toxoplasma tetap yang paling aman dan harus dilakukan..

 

Pengobatan Toxoplasma

Ibu hamil atau Ibu yang berencana hamil dengan Hasil pemeriksaan laboratorium Ig G Toxoplasma (+), Ig M Toxoplasma (+), dan Ig G avidity Rendah harus mendapat Terapi pengobatan Toxoplasmosis..

Pengobatan Toxoplasmosis juga harus diberikan pada penderita HIV/AIDS yang mempunyai gejala Toxoplasmosis. Tanpa pengobatan yang baik, Infeksi Toxoplasma pada penderita HIV AIDS seringkali menyebabkan kematian..

Pada orang sehat, umumnya pengobatan infeksi TOXO tidak dilakukan karena daya tahan tubuh kita dapat mencegah terjadinya Komplikasi dan kerusakan tubuh akibat TOXO..

Pengobatan Toxoplasmosis sendiri lebih lama daripada pengobatan antibiotik karena infeksi bakteri, yakni berlangsung sekitar 1bulan.

Pengobatan  pada  wanita   hamil  tidak  menghalangi  terjadinya  tranmisi  ke  janin, tetapi  mengurangi  resiko  terjadinya  cacat  kongenintal. Penggunaan  obat  harus  dilakukan  segera  setelah  diagnosis  ditegakkan  terutama  pada  awal  kehamilan.

Obat  yang  digunakan

a.  Spiramisin

Ini  merupakan obat  yang  sering  di gunakan  pada  toxoplasmosis  pada  kehamilan  karena:

  • Mencapai  kadar  yang  tinggi  di  plasenta
  • Termasuk  antibiotika  yang  relatif  aman  untuk  ibu  dan  janin
  • Efek  samping  relatif  ringan. Biasanya maag dan perut kembung serta rasa lapar, bisa dicegah dengan makan dalam porsi kecil secara teratur.
  • Efektif  diberikan  untuk  mencegah  cacat  kongenintal  jika  diberikan  dalam 20 minggu  pertam  kehamilan.Pemberian  spiramisin  terus  menerus  diperlukan  untuk  membunuh  toxoplasma  di  plasenta  sepanjang  kehamilan. Pengobatan  ini  dilaporkan  mengurangi  transmisi  toxoplasma  melalui  plasenta  sebesar  70%.

b.  kombinasi  pirimetamin  dan  sulfonamida

  • Kombinasi  obat  ini  dianggap  memberikan  hasil  yang  memuaskan  namun  baru  dapat  diberikan  pada  minggu  ke 16  kehamilan  karena  perimetamin  menimbulkan  efek  teratogenik  pada  hewan  percobaan.

Catatan :

  • Teratogenik adalah perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia. Senyawa teratogen akan berefek teratogenik pada suatu organisme, bila diberikan pada saat organogenesis. Apabila teratogen diberikan setelah terbentuknya sel jaringan, sistem fisiologis dan sistem biokimia, maka efek teratogenik tidak akan terjadi.
  • Teratogenesis merupakan pembentukan cacat bawaan. Malformasi (kelainan bentuk) janin disebut terata, sedangkan zat kimia yang menimbulkan terata disebut zat teratogen atau teratogenik.

Dengan Pengobatan TOXOplasma yang rutin dan baik, komplikasi Toxoplasmosis bisa dicegah.

Semoga informasi ini berguna bagi anda yang terdeteksi Toxoplasma positif. Pengobatan secara dini, dan kesehatan serta nutrisi bagi ibu sangat penting bagi pertumbuhan Janin. Semoga sehat bagi ibu dan buah hati.

 

 

 

tags: , , , ,