Google+ FLU PADA ANAK | MAKANAN SEHAT MEMBUAT ANAK TIDAK MUDAH SAKIT

Flu pada anak

Sunday, September 22nd 2013. | Kesehatan Anak
Share Button

Flu pada anak

flu pada anak

Influenza alias flu merupakan jenis penyakit yang amat sering menyerang anak-anak. Mayo Clinic mengutip bahwa pilek dan flu merupakan penyebab utama anak tak masuk sekolah. Meski flu disebabkan oleh virus sehingga penderita akan sembuh dengan sendirinya, penyakit ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan amat menular sehingga langkah pencegahan amat penting untuk dilakukan.

Apa Penyebabnya?

Meskipun mitos menyebut udara dingin sebagai pemicu pilek ataupun flu, sebenarnya kedua penyakit ini disebabkan oleh virus. Berdasarkan penelitian, ada lebih dan 200 jenis virus yang menjadi sumber pilek, dan yang paling umum adalah rhinovirus. Sementara itu, penyakit flu disebabkan oleh tiga tipe virus influenza, yaitu tipe A, B, dan C. Virus influenza tipe A dan B merupakan jenis yang paling umum menyebabkan penyakit flu.
Virus yang menyebabkan pilek dan flu disebar melalui sentuhan atau kontak dengan permukaan yang dihinggapi virus, atau percikan air liur dari batuk atau bersin. Seorang anak yang terserang flu menyentuh hidung dengan tangannya, kemudian tangan anak tersebut menyentuh mainan dan benda-benda di sekelilingnya. Akibatnya anak lain yang menyentuh benda-benda dan kemudian menyentuh hidung sebelum mencuci tangan pun akan terkena virus.

Pilek vs Flu

Balk pilek maupun flu memiliki gejala yang sama. Tetapi, biasanya pilek memiliki gejala yang lebih ringan daripada flu, dan flu biasanya disertai demam, nyeri, dan menggigil. Pilek juga menyerang secara lambat sementara flu biasanya menyerang secara cepat. Pada anak kecil, pilek juga terkadang disertai demam karena tubuh anak masih belum terbiasa melawan infeksi tanpa menimbulkan demam.

GEJALA PILEK:

• Bersin
• Hidung berlendir
• Batuk
• Tenggorokan kering
• Nyeri ringan pada badan dan sakit kepala

Kapan anak harus dibawa ke doakter ?

Jika si kecil baru berusia 3 bulan atau kurang, segera hubungi dokter bila dia mengalami gejala di atas. Untuk anak yang berusia di atas 3 bulan, hubungi dokter jika:

  • Hidung mengeluarkan lendir lebih dari 10-14 hari, termasuk apabila ada lendir pada mata. Kedua gejala ini menunjukkan kemungkinan anak terserang sinus atau infeksi telinga sehingga butuh antibiotika untuk menyembuhkannya.
  • Batuk yang tidak hilang dalam satu minggu.
  • Anak mengantuk yang berlebihan, lesu, atau justru sangat rewel.
  • Nyeri di telinga. Untuk mengenali sakit telinga bayi, perhatikan bila bayi rewel dan mencoba menariknarik telinganya.

Perhatikan temperatur tubuh si kecil. Segera ke dokter jika suhunya:

  • Bayi berusia 3 bulan atau kurang, 38°C atau lebih
  • Bayi berusia 3-6 bulan, 38,5°C atau lebih
  • Bayi berusia lebih dari 6 bulan, 39,5°C atau lebih

Penanganan Flu

Sayangnya, tidak ada jenis pengobatan yang ampuh untuk mengatasi pilek ataupun flu. Yang bisa Anda lakukan hanya memberikan obat untuk meringankan gejala flu yang dialami si kecil. Tetapi, apabila si kecil menunjukkan gejala flu, bawalah dia ke dokter selekas mungkin.

Beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala flu adalah dekongestan (obat pelega hidung tersumbat) yang biasanya tidak disarankan untuk anak-anak berusia di bawah 6 tahun. Jenis obat lain adalah untuk meredakan demam seperti paracetamol yang dosisnya disesuaikan dengan usia dan berat badan anak.

Anak-anak di atas usia 6 tahun bisa mendapatkan obat penurun panas berupa asetaminofen ataupun ibuprofen sesuai petunjuk dokter.
Pemberian obat luar seperti balsam dan obat gosok khusus untuk bayi dan anak-anak juga bisa membantu meringankan batuk dan hidung tersumbat. Sebagai alternatif obat gosok, Anda juga bisa meminta si kecil menghimp uap air panas untuk membantu meringankan sumbatan pada hidung.

Tetapi hati-hati ketika melakukannya agar dia tidak sampai terpercik air panas. Selain dengan memberikan obat, lakukan pula langkah berikut:

  • Pastikan anak Anda cukup tidur dan beristirahat
  • Berikan banyak cairan dan makanan bergizi untuk menggantikan cairan yang keluar dan meningkatkan stamina tubuhnya.
  • Bagi si kecil yang belum bisa mengeluarkan sendiri lendir dari hidungnya, Anda bisa membantunya dengan menggunakan alat penyedot lendir yang ujungnya lembut. Sebelumnya, semprotkan cairan saline (garam) yang bisa dibeli di apotek untuk membantu mencairkan lendir.

Alternatif Pengobatan

Ada beberapa altematif pengobatan yang dipercaya bisa membantu meringankan penderita pilek ataupun flu:

  • Asupan Vitamin D. Konsultasikan pada dokter apakah si kecil cukup mendapatkan asupan vitamin D dan apakah dia perlu mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D.
  • Probiotik yang terdapat dalam makanan seperti yogurt atau kefir dipercaya mampu mencegah infeksi pernafasan. Studi menunjukkan bahwa anak-anak berusia 3-5 tahun yang rutin mengonsumsi kultur aktif lactobacillus lebih jarang terserang saint dibandingkan yang tidak mengonsumsi sama sekali.
  • Madu dipercaya mampu meredakan gejala batuk yang menyertai pilek atau flu, demikian pula sup ayam. Studi menunjukkan bahwa asupan sup ayam bisa menggantikan cairan dan sodium yang hilang

 Pencegahan

Setiap anak biasanya akan terkena serangan pilek atau flu beberapa kali dalam setahun. Meski demikian, Anda bisa melakukan sesuatu untuk mengurangi kemungkinannya dengan melakukan beberapa hat di bawah ini:
• Memelihara kebersihan di rumah dan mengajari seluruh anggota keluarga untuk sering-sering mencuci tangan.
• Ajari anak untuk menutup mulut dan hidungnya dengan menggunakan siku dan bukan telapak tangan, untuk mengurangi kemungkinan penyebaran virus.
• Memelihara daya tahan tubuh anak dengan cara memberikan asupan makanan bergizi, cukup tidur dan beristirahat, serta aktif melakukan kegiatan fisik
• Bagi anak yang terbilang sering jatuh sakit, amat disarankan untuk mendapatkan vaksinasi influenza yang dilakukan setiap tahun.

FLU BURUNG

Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus FLU H5N1 ini sangat cepat penularannya dan memiliki tingkat kematian yang amat tinggi. Dalam hitungan hari, gejala bisa bertambah berat dengan sangat cepat. Repotnya, diagnosis adanya flu burung relatif sulit diperoleh dengan teknologi cek darah yang terdapat di tanah air. Itu sebabnya, amat penting bagi para orang tua untuk membedakan serangan flu burung dengan flu biasa sedan awal.

Pada awalnya, gejala penyakit flu burung amat mirip dengan flu biasa. Bedanya, flu burung kemudian bisa mengakibatkan sesak napas dan kondisi tubuh yang merosot drastis. Definisi sesak napas pada bayi di bawah 1 bulan adalah jika jumlah tarikan napas meningkat lebih dari 60 kali per menit, sedangkan usia 1 bulan – 1 tahun jika lebih dari 50 kali per menit, dan untuk anak berusia di atas 1 tahun adalah lebih dari 40 kali per menit. Pada sesak yang berat, penderita akan gelisah, kesadaran menurun, dan disertai kebiruan pada bibir, ujung tangan, dan kaki. Semakin cepat flu burung terdeteksi, semakin besar pula kemungkinan si kecil untuk disembuhkan.

tags: , , , , ,