Google+ Osteoporosis - Penyakit dan Kondisi Yang Menyebabkan Osteoporosis (Bagian 4)

Osteoporosis – Penyakit dan Kondisi Yang Menyebabkan Osteoporosis (Bagian 4)

Wednesday, January 23rd 2013. | Osteoporosis
Share Button

Beberapa penyakit dan kondisi mendorong seseorang semakin mendekati osteoporosis. Berikut adalah penyakit dan kondisi penyebab peningkatan besar resiko osteoporosis.

Gangguan Autoimune

  • Rheumatoid Arthritis (RA). RA  addalah salah satu  jenis dari radang sendi yang dihubungkan dengan peningkatan resiko dari osteoporosis. Pengobatan dengan menggunakan steroid pada RA, juga menyebabkan peningkatan resiko terkena osteoporosis.
  • Lupus.  Pada penderita Lupus yang menggunakan pengobatan dengan menggunakan steroids, bisa juga menyebabkan osteoporosis .
  • Multiple sclerosis
  • Ankylosing spondylitis

 

Gangguan pada sistem pencernakan

  • Celiac Disease. Orang  yang mengalami penyakit ini mengalami masalah untuk mencerna makanan yang mengandung gluten (protein yang terdapat pada gandum dan biji-bijian.  Orang yang menderita Celiac Disease juga mengalami masalah pada sistem penyerapan dari nutrisi, termasuk kalsium dan vitamin D. Gejala dari Celiac Disease tidak selalu terlilhat.
  • Inflammatory Bowel Disease (IBD).  Penderita IBD biasanya menggunakan steroid untuk pengobatan, sehingga meningkatkan resiko osteoporosis. Penderita IBD juga mengalamai masalah di pencernakannyaa untuk menyerap kalsium dan Vitamin D.
  • Operasi Sistem Pencernakan untuk Turun Berat Badan,  seperti Gastric Bypass Surgery bisa menolong orang untuk turun berat badan dengan sangat cepat. Tetapi cara turun berat badan ini bisa membuat massa tulang berkurang dan hilang,Prosedur ini juga mempengaruhi penyerapan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tulang.
  • Gastrectomy
  • Gastrointestinal bypass procedures

 

Ganggunan pada sistem Hormonal

  • Diabetes. Penderita diabetaes mempunyai resiko yang tinggai untuk terkena osteoporosis. Penderita diabetes type 1 menderita pengurangan massa tulang dalam jumlah besar. Sedangkan pada penderita type 1 dan 2 akan meningkatkan resiko patah tulang.
  • Hyperparathyroidism  adalah kondisi dimana kelenjar parathyroid  ( terdiri dari dua kelenjar kecil dibelakang kelenjar gondok)  memproduksi terlalu banyak hormon parathroid (PTH) . PTH (Parathyroid Hormone) yang terlalu banyak akan menyebabkan massa tulang menjadi berkurang.Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita yang mengalami menopause.
  • Hyperthyroidism adalahg kondisi dimana kelenjar gondok terlalu banyak memproduksi  hormon thyroid. Ini akan menyebabkan otot melemah, dan tulang menjadi mudah patah.
  • Cushing’s syndrome
  • Thyrotoxicosis
  • Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur. Jika anda wanita dan waktu menstruasi tidak teratur, maka hal ini karena level hormon estrogen yang rendah. Hal ini karena aktifitas yang terlalu berlebih atau makan terlalu sedikit sehingga anda terlalu kurus.Gangguan dari Menstruasi bisa juga disebabkan karena masalah di ovarium atau di kelenjar pituitaty (Kelenjar penghasil hormon yang mengendalikan semua hormon, seperti temperatur tubuh, pertumbuhan semasa kecil, pengeluaran hormon tesroteron, dan lain-lain). Kehilangan estrogen dan wanita yang terlalu kurus menyebabkan tulang menjadi mudah rapuh dan dapat berefek pada sistem kerja tubuh. Wanita yang mengalami menstruasi yang tidak teratur harus segera menghubungi Dokter
  • Premature Menopause
  • Level Hormon Testosterone dan Estrogen Pada Laki-Laki. Testosterone dan Estrogen pada pria melindungi tulang.Jika testoterone terlalu rendah, harus dicurigai ada suatu gaangguan yang harus dievaluasi. Kekurangan Estrogen juga menyebabkan massa tulang berkurang.Banyak faktor yang menyebabkan kedua hormon ini berkurang pada pria, seperti kelainan makan dan terlalu banyak alkohol.

Gangguan Darah

  • Leukemia and Lymphoma. Banyak pengobatan , termasuk kemoterapi, meningkatkan resiko osteoporosis.
  • Multiple Myeloma. Multiple myeloma adalah kanker di dalam jaringan tulang. Gejala awalnya biasanya nyeri pinggang dan patah tulang belakang.Masalah ini bisa ditest dengan test darah dan urine.
  • Sickle Cell Disease.  Adalah kelainan sel darah yang berbentuk bulan sabit yang akan menutup jalan darah di sistem peredaran darah.Penderita akan memerlukan pengobatan menggunakan steroid.Pengobatan inilah yang akan meningkatkan resiko osteroporosis.
  • Blood and bone marrow disorders
  • Thalassemia

Gangguan Sistem Syaraf

  • StrokeParkinson’s disease dan multiple sclerosis (MS) membuat penderita tidak bisa aktif secara fisik dan kekurangan vitamin D.
  • Cedera Tulang Belakang

 

Gangguan Mental

  • Depression. Riset membuktikan orang – orang yang mengalami depresi mempunyai kepadatan massa tulang yang rendah. Hal ini akan diperparah dengan pengobatan menggunakan serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) .
  • Gangguan Makan.Pada wanita yang mengalami anorexia nervosa , level estrogen sangat kurang , sehingga akan mempengaruhi dalam proses menstruasi.Menstruasi menjadi Tidak teratur bahkan berhenti. Kekurangan hormon estrogen ini akan menyebabkan osteoporosis.

Kanker

  • Kanker payudara
  • Kanker prostate. Androgen deprivation therapy sering gunakan untuk pengobatan kanker prostat. Karena obat ini akan menurunkan hormon testoteron, maka resiko osteoporosis dan patah tulang akan semakin besar.

 

 

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,